https://www.instagram.com/shaniiaanabila/
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Studi ini memfokuskan pada bagaimana tindakan sosial yang dilakukan masyarakat yang menggunakan Transportasi online sebagai sarana transportasi di kota Depok. Studi ini didasarkan pada teori Max Weber mengenai Tindakan Sosial.
Menurut Weber, bahwa individu manusia dalam masyarakat merupakan aktor yang kreatif dan realitas sosial bukanlah alat yang statis dari paksaan fakta sosial. Artinya tindakan manusia tidak sepenuhnya ditentukan oleh norma, kebiasaan, nilai, dan segala hal yang tercakup dalam konsep fakta sosial. Bagi Weber, dunia yang kini kita saksikan terwujud karena tindakan so
Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan, yang dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Adapula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, tetapi ada juga perubahan yang bersifat cepat. Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, nirma-norma sosial, lapisan-lapisan sosial, pola-pola prilaku organisasi, susunan kemasyarakatan, kekuasaan wewenang, interaksi sosial dan lain sebagainya.
Pokok penyelidikan Weber adalah tentang tindakan orang seorang dan alasan-alasannya yang bersifat subyektif, dan itulah yang disebut Weber dengan Verstehende Sociologie. Max Weber dalam memperkenalkan konsep pendekatan verstehende untuk memahami makna tindakan seseorang, berasumsi bahwa seseorang dalam bertindak tidak hanya sekedar melaksanakannya tetapi juga menempatkan diri dalam lingkungan berfikir dan perilaku orang lain.
Weber secara khusus atas dasar rasionalitas tindakan sosial mengklasifikasikan empat tindakan sosial di dalam sosiologinya. Empat tipe tindakan tersebut adalah, Tindakan Rasional Instrumental, Tindakan Rasional Nilai, Tindakan Afeksi, dan Tindakan Tradisional. Melalui empat tipe tindakan sosial ini, studi ini akan menjelaskan tindakan sosial yang dilakukan oleh pengguna transportasi berbasis aplikasi online.
Transportasi jika ditilik dari sisi sosial lebih merupakan proses afiliasi budaya dimana ketika seseorang melakukan transportasi dan berpindah menuju daerah lain maka orang tersebut akan menemui perbedaan budaya dalam bingkai kemajemukan Indonesia. Disamping itu sudut pandang sosial juga mendeskripsikan bahwa transportasi dan pola-pola transportasi yang terbentuk juga merupakan perwujudan dari sifat manusia. Transportasi serta teknik perencanaannya mengalami revolusi yang pesat sejak tahun 1980-an dan pada saat ini masih dirasakan banyak permasalahan transportasi yang senm benarnya sudah terjadi sejak tahun 1960-an dan 1970-an. Misalnya kemacetan, polusi suara dan udara, kecelakaan. Permasalahan transportasi yang sudah ada sejak dulu bisa saja masih dijumpai pada masa sekarang, tetapi dengan tingkat kualitas yang jauh lebih parah dan kuantitas yang jauh lebih besar, mungkin saja mempunyai bentuk lain yang jauh lebih kompleks karena semakin banyaknya pihak yang terkait sehingga lebih sukar diatasi.
Beberapa negara yang sedang berkembang, khususnya Indonesia, sektor angkutan konvensional secara perlahan terlihat semakin kurang menarik dan tidak lagi diminati, terutama oleh generasi muda. Disisi lain, perkotaan menawarkan begitu banyak kesempatan, baik di sektor formal maupun informal. Tambahan lagi, pertumbuhan wilayah di daerah pedalaman lebih lambat dibandingkan dengan di daerah perkotaan. Hal ini menyebabkan tersedia lebih banyak lapangan kerja serta upah gaji yang jauh lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan dengan di daerah pedalaman
Transportasi merupakan hal yang sudah lumrah ditemukan di banyak tempat. Seluruh wilayah di Indonesia memiliki alat transportasi yang saling menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Pentingnya transportasi bagi masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor lain, keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau kecil dan besar, perairan yang terdiri dari sebagian besar laut, sungai, danau yang memungkinkan pengangkutan dilakukan melalui darat, perairan, dan udara guna menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Transportasi berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan yang dapat berdampak sistemik. Peran penting jasa transportasi ini dapat dilihat dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari dan ke seluruh pelosok tanah air.
Menyadari begitu besarnya peran transportasi, maka transportasi perlu untuk ditata dalam suatu sistem transportasi nasional yang terpadu untuk mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang aman, nyaman, cepat, teratur, dan dengan biaya yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Alat transportasi di Indonesia meliputi transportasi darat, laut, dan udara. Ketiga alat transportasi tersebut memang memegang peranan yang sangat penting dan saling mengisi dalam menjalankan fungsi sebagai alat angkut orang maupun barang.
Pengangkutan dalam kehidupan masyarakat mempunyai peran yang sangat penting, karena didalam pengangkutan hampir semua kegiatan ekonomi dan kegiatan masyarakat pada umumnya dapat berjalan secara lancar. Transportasi darat seperti sepeda motor yang lebih dikenal lebih umum masyarakat adalah ojek. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ojek adalah sepeda atau sepeda motor yang ditambangkan dengan cara memboncengkan penumpang atau penyewanya untuk memperoleh (tambahan) nafkah. Ojek telah banyak digunakan oleh masyarakat Jakarta dan kota di sekitarnya sebagai salah satu alternatif dalam menghadapi kemacetan yang terjadi. Dengan berkembangnya teknologi pada saat sekarang ojek juga menawarkan berbagai macam cara kemudahan untuk penggunaaan transportasi tersebut, dimana dapat dilakukan secara online maupun non online.
Dengan tingkat kemacetan di Jakarta yang terlalu tinggi ojek telah menjadi salah satu sarana transportasi utama yang digunakan oleh warga Jakarta sebagai solusi kemacetan. Melihat hal tersebut, saat sekarang warga Jakarta telah mengenal adanya sebuah transportasi ojek yang berbasis online dimana pemesenanan dilakukan dengan sebuah aplikasi yang di unduh atau yang biasa di dekenal dengan kata download.
Beberapa contoh sarana transportasi online di Indonesia yaitu :
• . Go-Jek
Pada prinsipnya, aplikasi Go Jek bekerja dengan mempertemukan permintaan angkutan ojek dari penumpang dengan jasa tukang ojek yang beroperasi di sekitar wilayah penumpang tersebut. Cukup dengan mengunduh aplikasinya dari Google Play Store, maka kita bisa memesan jasa layanan tersebut. Tarif angkutannya disesuaikan dengan jarak tempuh yang akan dicapai. Selain jasa angkutan penumpang, ada juga layanan antar barang (kurir) dan belanja.
• . Grabbike
Hampir mirip dengan Go Jek, hanya saja layanan Grabbike belum memiliki layanan antar barang atau belanja. Saat ini, Grabbike telah beroperasi di 3 kota di kawasan Asia Tenggara yang mengalami persoalan kemacetan, seperti Ho Chi Min City dan Hanoi di Vietnam, serta di Jakarta.
• . Grabtaxi
Grabtaxi merupakan aplikasi pemesanan taksi dengan induk perusahaan dari Malaysia. Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa memesan taksi untuk keperluan antar jemput dengan tariff standar yang ditetapkan sesuai argo. Layanan antar jemput bisa lebih cepat karena pemesanan dilakukan melalui aplikasi yang sudah diunduh di smartphone.
• . Uber
Uber adalah perusahaan jaringan transportasi dari Amerika yang menggunakan aplikasi di smartphone untuk pemesanan mobil. Bedanya, armada mobil yang digunakan bukan transportasi public plat kuning, melainkan mobil pribadi bernomor polisi hitam dengan logo khusus Uber. Jika menggunakan jasa ini tidak bisa membayar tunai, tapi secara online atau kartu kredit. Tarif yang ditetapkan adalah Rp 30 ribu sebagai tarif minimal dan selanjutnya dikenakan tarif perjalanan berdasar waktu dan jarak yang ditempuh. Jenis mobil yang digunakan adalah Toyota Innova, Alphard dan Hyundai Sonata.
Penulis ingin memberikan informasi lebih mendalam tentang fenomena transportasi online yang ada di kota Depok, sering sekali kita menganggap rendah pekerja transportasi online, tetapi banyak masyarakat terkhusus warga Depok yang mengikuti Trend transportasi online dari berbagai merk seperti yang dijelaskan diatas, baik yang menjadi supir ( driver ) atau sebagai pelanggan, karena di zaman yang sudah sangat pesat terhadap teknologi yang sudah ada, tidak kalah pentingnya mengenai moda transportasi berbasis online.
Perkembangan Kota Depok dari aspek geografis, demografis maupun sumber pendapatan begitu pesat, terutama di bidang administrator pembangunan. Lompatan yang begitu cepat, serta pancaran keberhasilan dalam pembangunan adalah merupakan prestasi bersama, antara pemerintah daerah dan kesadaran masyarakatnya.
Ada beberapa indikator yang dapat dipergunakan sebagai acuan tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Depok. Pertama, Indeks daya beli masyarakat Depok semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sisi daya beli terjadi peningkatan indeks daya beli dari 576,76 di tahun 2006 menjadi 586,49 di tahun 2009.
Kedua, capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) Kota Depok pada tahun tahun 2009 : 6,22 persen. Kontribusi paling dominan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan LPE, dari subsektor perdagangan dan jasa.
Ketiga, terjadi peningkatan dari tahun ke tahun pada peranan sektor tersier, yaitu dari 50,42 persen pada tahun 2006 menjadi 52,77 persen di tahun 2009. Indikasi tersebut menandakan bahwa masyarakat Depok sudah dapat memenuhi kebutuhan sektor primer maupun sekunder.
Laju ekonomi yang meningkat tersebut, telah menjadikan Depok sebagai kota jasa dan perdagangan. Hal itu terlihat secara nyata dengan semakin banyaknya layanan sektor jasa dan perdagangan yang bermunculan di Kota Depok, seperti restauran, Mall, tempat-tempat usaha dan layanan jasa lainnya.
Kesemuanya itu akan berdampak positif pada pemerintahan Kota Depok, yaitu dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat menyerap tenaga kerja. Akhirnya, Depok yang sedang menuju kota jasa dan perdagangan tetap harus dibutuhkan pemerintahan daerah yang ditunjang oleh SDM yang berkualitas untuk dapat melayani masyarakatnya, hingga terwujud Kota Depok yang lebih maju dan bermartabat.
Berangkat dari realitas kondisi di kota Depok, saya ingin meneliti lebih jauh lagi mengenai peran transportasi online guna membangun perkembangan ekonomi pada masyarakat dalam status ekonomi menegah kebawah, saya sebagai penulis ingin menggali lebih dalam peran pemerintah guna membantu mereka yang hanya dapat bekerja sebagai driver ojek online dan juga pandangan dari segala aspek golongan masyarakat melihat fenomena transportasi online ini semakin menjamur di pinggiran ibukota terkhusus di Kota Depok. Maka dari itu, dengan ini saya mengangkat sebuah tema penelitian dengan judul “Peran Transportasi Online guna membangun perkembangan ekonomi pada masyarakat menegah kebawah” ( Studi Kasus Masyarakat Kota Depok )
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut.
1. Apa saja faktor yang melatarbelakangi masyarakat menjadi pengemudi ojek online ?
2. Bagaimanakah pengaruh teknologi transportasi online guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat ?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian dapat disusun sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi masyarakat menjadi pengemudi ojek online.
2. Untuk mengetahui pengaruh transportasi online guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
1.4. Kegunaan Penelitian
Ada beberapa hal yang dapat dipandang penting dan bermanfaat baik secara akademis maupun praktis, dengan mengangkat penelitian ini, diantaranya:
1.4.1. Kegunaan Akademis (Teoritis)
Penelitian ini diharapkan berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta dapat memperkaya khazanah pengetahuan dalam bidang ilmu sosial, terutama berkaitan dengan kajian keterlekatan masyarakat dengan transportasi online. Terutama wawasan, informasi serta pengetahuan tentang transportasi online yang semakin menjamur di masyarakat.
1.4.2. Kegunaan Praktis
Secara praktis, penelitian ini berguna bagi pengambil kebijaksanaan seperti tokoh masyarakat, serta pihak pemerintah daerah di Depok dalam upaya meningkatkan penghasilan masyarakat menengah kebawah dengan transportasi online. Hampir di sebagian daerah di Depok transportasi online semakin menjamur di masyarakat. Dengan mengangkat penelitian ini, maka transportasi online membuktikan bahwa masyarakat dengan status menegah kebawah dapat tertolong untuk masalah perekonomiannya.
1.5. Kerangka Pemikiran
Perkembangan (Development) merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan ini adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan
Perkembangan dan Kemajuan Teknologi dari Masa ke Masa sudah banyak mengalami kemajuan yang sangat fantastis bahkan kehadirannya telah memberikan dampak yang signifikan besar bagi kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Teknologi dapat mewujudkan sesuatu yang dulu belum tentu dapat dilakukan, sekarang bisa menjadi sebuah kenyataan. Zaman dulu orang tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain dari jarak jauh, maka setelah adanya telepon orang dapat berbicara dengan orang lain dari jarak jauh. Semakin maju dan berkembangnya teknologi sehingga memunculkan berbagai perangkat elektronik lainnya. Semakin canggihnya teknologi komunikasi yang telah ada saat ini merupakan jawaban dari adanya perkembangan zaman dibandingkan dengan di daerah pedalaman
Transportasi merupakan hal yang sudah lumrah ditemukan di banyak tempat. Seluruh wilayah di Indonesia memiliki alat transportasi yang saling menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Pentingnya transportasi bagi masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor lain, keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau kecil dan besar, perairan yang terdiri dari sebagian besar laut, sungai, danau yang memungkinkan pengangkutan dilakukan melalui darat, perairan, dan udara guna menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Transportasi berperan sebagai penunjang, pendorong dan penggerak bagi pertumbuhan daerah yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan dan pemerataan pembangunan yang dapat berdampak sistemik. Peran penting jasa transportasi ini dapat dilihat dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan jasa angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari dan ke seluruh pelosok tanah air.
Transportasi online adalah perusahan transportasi yang menggunakan aplikasi sebagai penghubung antara pengguna dan pengemudi yang sangat mempermudah pemesanan, selain itu juga tarif perjalanan sudah langsung bisa dilihat pada aplikasi.
Menyadari begitu besarnya peran transportasi, maka transportasi perlu untuk ditata dalam suatu sistem transportasi nasional yang terpadu untuk mewujudkan tersedianya jasa transportasi yang aman, nyaman, cepat, teratur, dan dengan biaya yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Alat transportasi di Indonesia meliputi transportasi darat, laut, dan udara. Ketiga alat transportasi tersebut memang memegang peranan yang sangat penting dan saling mengisi dalam menjalankan fungsi sebagai alat angkut orang maupun barang.
Gambar 1
Kerangka Pemikiran Penelitian
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Transportasi Online
2.1.1 Pengertian Transportasi
Transportasi adalah pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan.Sedangkan menurut Sukarto, transportasi adalah perpindahandari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat pengangkutan, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan(kuda, sapi, kerbau), atau mesin. Konsep transportasi didasarkan pada adanya perjalanan (trip)antara asal (origin) dan tujuan (destination).Di dalam transportasi, terdapat unsur-unsur yang terkait erat dalam berjalannya konseptransportasi itu sendiri. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
• Manusia yang membutuhkan
• Barang yang dibutuhkan
• Kendaraan sebagai alat"sarana
• Jalan dan terminal sebagai prasarana transportasi
• Organisasi (pengelola transportasi)
Pengertian ojek menurut J.S. Badudu dan Sutan Mohammad Zain dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, adalah “sepeda motor yang dibuat menjadi kendaraan umum untuk memboncengi penumpang ketempat tujuannya”.
Peter Salim dan Yenny Salim menyebutkan bahwa ojek adalah “sepeda atau sepeda motor yang disewakan dengan cara memboncengkan penyewanya”. 8 Berdasarkan Pasal 1 angka 20 UULLAJ, menyatakan bahwa “sepeda motor adalah kendaraan bermotor beroda dua dengan atau tanpa rumah-rumah”. Ojek merupakan sarana transportasi darat yang menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor) untuk mengangkut penumpang dari satu tujuan ke tujuan lainnya kemudian menarik bayaran.
2.1.2 Perkembangan Transportasi Online
Transportasi online di Indonesia sudah menjamur. Tak dapat dipungkiri salah satu pencetusnya adalah GO-JEK, yang di awal-awal berdirinya dulu, memang sempat menghebohkan. Tak ada salahnya mengingatnya kembali.
Di Indonesia, sepertinya GO-JEK yang pertama menghadirkan aplikasi ojek online sebelum pesaing bermunculan. Mengubah cara orang memesan kendaraan dengan cepat dan mudah, cukup dengan smartphone. Biayanya pun bisa dikatakan terukur.
Tahun 2011, GO-JEK sebenarnya sudah dirintis. Tapi barulah layanan itu melesat sejak peluncuran aplikasinya di ponsel Android dan iOS pada awal tahun 2015.
Beberapa media mancanegara ketika itu membahas fenomena GO-JEK. "Beberapa bulan lalu, perusahaan bernama GO-JEK, meluncurkan aplikasi yang memungkinkan user memesan ojek secara online. Aplikasi itu mengkalkulasi biaya perjalanan dan pengemudi akan menjemput penumpang di manapun," tulis media asal Amerika Serikat, Global Post.
Dibahas pula bagaimana GO-JEK mendapat resistensi dari tukang ojek tradisional. "Banyak warga Jabodetabek senang dengan versi ojek yang lebih baik itu. Tapi tak mengejutkan kalau tukang ojek tradisional tidak demikian. Di seluruh Jabodetabek, tulisan kalau GO-JEK dilarang masuk bermunculan.
Seiring berjalannya waktu, tak lagi banyak terdengar resistensi dari ojek tradisional. Dan semakin banyak yang tertarik menjadi pengemudi GO-JEK, dari beragam latar belakang. Memberi peluang kerja terutama bagi lulusan SMP dan SMA.
Berdasarkan data Top Brand Index (TBI), Grab Indonesia termasuk berada diurutan ke-2 TOP dalam kategori jasa transportasi online yaitu sebesar 14,7%. TBI sendiri diformulasikan berdasarkan tiga variabel, yaitu mind share menunjukkan kekuatan merek dibenak konsumen. Market share menunjukkan presentase penjualan produk atau jasa perusahaan dan commitment share menjelaskan kekuatan merek Terlepas dari penghargaan diatas, kepuasan konsumen merupakan hal yang menjadi perhatian khusus oleh Grab dalam memberikan kualitas layanan website terhadap konsumen. Dari hasil jumlah pengunjung yang menurun dan adanya beberapa keluhan yang masih dirasakan oleh konsumen yang menggunakan jasa layanan website Grab, maka pihak Grab harus memperbaiki layanan website tersebut.
Kualitas pelayanan adalah sebagai hasil persepsi dan perbandingan antara harapan pelanggan dengan kinerja aktual layanan yang terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa, yaitu expected service (pengalaman yang diharapkan) dan perceived service (pelayanan yang diterima). Karena layanan dirasakan memiliki dampak terhadap kepuasan konsumen. Oleh karena itu, dalam mencapai kepuasan konsumen, kualitas layanan merupakan kunci dari ukuran kepuasan konsumen.
Uber adalah perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan. Perusahaan ini mengatur layanan penjemputan di berbagai kota di seluruh dunia. Mobil dapat dipesan dengan mengirim pesan teks atau memakai aplikasi bergerak khusus pilihan terakhir juga bisa digunakan untuk melacak lokasi mobil pesanan pengguna.
Di Indonesia Uber terbilang aplikasi dengan tarif lebih murah dibandingkan Go-Jek dan Grab. Uber memiliki fitur yang 90% sama tetapi ada juga beberapa perbedaan salah satu contohnya adalah driver Uber dapat mengetahui bagaimana status pelanggannya, dan fitur ini terbilang lebih unggul dibandingkan Go-Jek dan Grab.
2.1.3. Kegunaan Transportasi Online Untuk Para Pengemudi
A. Mudah saat Mendaftar
Mendaftar menjadi pengemudi transportasi online baik motor ataupun mobil sangatlah mudah, syarat-syarat yang dibutuhkan untuk calon pelamar sebgai berikut:
1. KTP
2. SIM C ( Untuk Motor ) SIM A ( Untuk Mobil )
3. SKCK
4. STNK Beserta Plat Nomor
5. Pas foto
Pendaftar bisa melakukan pendaftaran langsung melalui kantor resmi atau bisa dengan cara online.
B. Mudah
Hanya dengan membuka handphone kita sudah bisa mendaftarkan diri sebagai pengemudi transportasi online baik motor ataupun mobil, bahkan seorang tunarunggu dapat mendaftarkan diri
C. Mendapatkan Banyak Bonus
Di sebagian produk transportasi online pengemudi berhak mendapatkan bonus tertentu, contohnya seperti Grab Untuk tahun 2017 ada sedikit update pendapatan para dirver grab bike. Skema tersebut adalah sebagai berikut:
Bonus Harian
5 kali mengendara: Rp. 30.000
10 kali mengendara: Rp. 100.000
15 kali mengendara: Rp. 200.000
Syarat: nilai penerimaan lebih dari 80%, cancel dari penumpang maksimal 10 kali, rating bintang lebih dari 4.5, dan mematuhi kode etik. Para driver juga bisa mendapatkan bonus 1,2 juta setiap minggunya.
Ilustrasinya, pak Dadang adalah seorang driver dari grabbike, bekerja seminggu 6 hari, sebulan 25 hari. Karena bapak Dadang ini rajin, order yang di selesaikan di tiap harinya biasanya 16 kali (pada jam bonus). Bonus yang didapatkan pak Dadang adalah
bonus sehari : 200 ribu rupiah
bonus seminggu: 1,2 juta rupiah
bonus sebulan (25 hari): 5 juta rupiah
Ia tidak melakukan kecurangan, pelayanannya yang ramah serta selalu menjaga performa. Bonus akan selalu dihitung permiggunya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Driver melakukan perjalanan selama seminggu
2. Hari senin di minggu berikutnya, kinerja driver di evaluasi
3. Hari selasa , proses top up di lakukan ke dompet kredit
4. Setiap hari jumat, bonus di terima di rekening driver.
D. Aman
Pihak pengemudi pasti akan merasa aman jika saat mengantarkan penumpang sembari berbincang-bincang selama di perjalanan, karena ketakutan bukan hanya terdapat dari penumpang tetapi juga bisa terdapat pada pengemudi, cobalah sesekali untuk berbincang untuk menimbulkan rasa aman.
E. Nyaman
Pengemudi pasti akan nyaman jika pekerjaan ini sudah menjadi pekerjaan primer, karena banyak sekali masyarakat yang hanya berpendidikan SMP maupun SMA yang menjadikan Transportasi Online ini menjadi pekerjaan Primer.
F. Keuntungan besarpun bisa dirasakan oleh Driver Transportasi Online
Iming-iming pendapatan besar sebagai pengemudi transportasi online memang belakangan jadi tren saat jasa angkut berbasis aplikasi masuk ke Indonesia pada 2015. Sejak itu, banyak yang menjajal cari peruntungan dengan bergabung sebagai mitra transportasi online terutama dalam transportasi mobil atau taksi online. Bisnis sewa mobil didaftarkan menjadi taksi online marak pula di Kota-kota besar, memakai mobil rental ialah siasatnya supaya masyarakat tak terbebani dengan tagihan membayar angsuran bulanan jika harus kredit mobil. Bahkan ia juga tak memikirkan biaya pajak tahunan, termasuk asuransi mobil. Tak sedikit karyawan yang menyambi sebagai sopir taksi online untuk menambah pendapatan.
2.1.4. Peranan pemerintah terhadap kebijakan transportasi online
Sejak tahun 2004 Pemerintah DKI Jakarta telah berupaya membenahi sistem tranportasi publik yang beroperasi di jalan. Strategi yang dilakukan adalah modernisasi moda tranportasi publik dengan menghadirkan bus transjakarta, angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) dan bus kota terintegrasi Busway (BKTB). Namun, upaya pemerintah untuk memodernisasi layanan transportasi publik dengan cara menghadirkan beberapa jenis moda transportasi baru, tidak berjalan dengan mulus karena adanya penolakan dari pelaku usaha moda transportasi lama, seperti pengusaha angkutan kota (angkot), Metromini dan lain sebagainya. Alasan utama penolakan adalah bahwa keberadaan moda-moda transportasi baru tersebut akan menggerus jumlah penumpang angkutan mereka. Sehingga pendapatan juga menurun.
Sepanjang tahun 2012 hingga awal tahun 2014 insiden penolakan keberadaan moda transportasi APTB dan BKTB di Jakarta dan kota sekitarnya terus terjadi. Tahun 2012 dan 2013, awak angkutan di kota Bekasi dan Bogor menolak keberadaan APTB jurusan BekasiPulogadung dan Bogor-Rawamangun. Pada awal tahun 2014, giliran awak perusahaan angkutan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) melakukan demo menolak keberadaan BKTB jurusan Monas-Pantai Indah Kapuk yang masih beroperasi.
Selain itu, Kementerian Perhubungan dalam dokumen arah kebijakan dan strategi pembangunan transportasi publik, menyatakan 16 Indonesia Report 2015 bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara transportasi yang berorientasi nasional dengan transportasi yang berorientasi lokal dan kewilayahan.
Selain bus transjakarta, APTB, dan BKTB, kehadiran bisnis transportasi berbasis aplikasi juga turut mewarnai moda transportasi di DKI Jakarta, meskipun bukan diinisiasi oleh Pemerintah Daerah melainkan oleh pihak swasta Layanan aplikasi angkutan roda dua seperti GoJek, Grab Bike, Blue-Jek, dan lain sebagainya telah banyak diminati oleh masyarakat karena menawarkan kemudahan akses dan biaya yang murah. Namun keberadaan transportasi berbasis aplikasi ini juga telah menimbulkan konflik dan menemui berbagai penolakan, terutama dari ojek konvensional.
Seiring dengan makin maraknya jenis transportasi publik di DKI Jakarta, serta banyaknya konflik dan penolakan atas kehadiran moda transportasi baru oleh moda tranportasi yang lama, muncul pertanyaan apakah transportasi publik yakni angkutan-angkutan umum tersebut legal di mata hukum, baik itu kendaraan bermotor roda dua, tiga, atau empat (ojek, bajaj, bemo, bus, dll) sampai kendaraan bukan bermotor (becak, ojek sepeda, dll).
Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU No. 22/2009) tidak ada pasal yang secara tegas melarang beroperasinya angkutan umum beroda dua atau beroda tiga. Dalam pasal 138 ayat (3) UU No. 22/2009 hanya disebutkan bahwa angkutan umum orang dan/atau barang hanya dilakukan 17 Indonesia Report 2015 dengan Kendaraan Bermotor Umum. Sebelum UU No. 22/2009 disahkan, UU No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan PP No. 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan menyebutkan bahwa pengangkutan orang dengan kendaraan umum dilakukan dengan menggunakan mobil bus atau mobil penumpang. Selain itu, UU No 22/2009 menyatakan semua peraturan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 41/1993 tentang Angkutan Jalan dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru. Secara yuridis transportasi publik di DKI Jakarta di atur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 5 Tahun 2014 tentang Tranportasi. Berdasarkan Perda DKI Jakarta No.5/2014 tentang Transportasi disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transportasi adalah keseluruhan sistem Angkutan dan lalu lintas. Angkutan sendiri diartikan sebagai perpindahan orang dan/atau berangkat dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sarana Angkutan di ruang lalu lintas. Sementara lalu lintas adalah gerak sarana Angkutan orang dan/atau barang di ruang lalu lintas. Ada 4 moda transportasi yang diatur dalam Perda DKI Jakarta No.5/2014 antara lain: (1) tranportasi jalan; (2) tranportasi perkeretaapian; (3) transportasi perairan; dan (4) tranportasi udara. Transportasi jalan di DKI Jakarta adalah salah satu sarana transportasi yang sangat penting mengingat mobilitas penduduk di DKI Jakarta yang sangat tinggi. Sarana Transportasi Jalan berdasarkan Pasal 48 Perda DKI Jakarta No.5/2014, terdiri atas kendaraan dan penderekan Kendaraan Bermotor. Kendaraan berdasarkan Perda DKI Jakarta No.5/2014 merupakan suatu sarana angkut di Jalan yang terdiri atas kendaraan bermotor dan kendaraan tidak bermotor. Kendaraan bermotor sendiri diartikan sebagai setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan mekanik berupa mesin selain kendaraan yang berjalan umum di atas rel. Kendaraan bermotor dalam Pasal 49 ayat (2) Perda DKI Jakarta 18 Indonesia Report 2015 No.5/2014 terdiri atas sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang dan kendaraan khusus. Sedangkan kendaraan tidak bermotor adalah setiap kendaraan yang digerakkan oleh tenaga orang atau ditarik oleh hewan seperti sepeda dan gerobak. Sementara apabila berbicara tentang tranportasi publik Perda DKI Jakarta No.5/2014 mengatur tentang kendaraan bermotor umum yakni setiap kendaraan yang digunakan untuk Angkutan barang dan/ atau orang dengan dipungut bayaran. Angkutan barang dan/atau orang di dalam Perda DKI Jakarta No.5/2014 termasuk ke dalam bagian angkutan jalan. Angkutan orang dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam yakni: (1) angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek; dan (2) angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam trayek. Dalam perda tersebut dinyatakan bahwa angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek terdiri atas angkutan antar kota antar provinsi, angkutan perkotaan, dan angkutan khusus. Sedangkan angkutan orang yang tidak dalam trayek dapat menggunakan mobil bus besar, mobil bus sedang, mobil bus kecil atau mobil penumpang umum. Apabila mencermati ketentuan yang ada di dalam UU No.22/2009 dan Perda DKI Jakarta No.5/2014 memang belum ada yang mengatur secara tegas tentang keberadaan motor roda dua sebagai salah satu angkutan umum atau tranportasi publik.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan mendukung keberadaan GoJek sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat. Namun Ahok tidak berencena melegalkan model pengangkutan penumpang seperti ojek lantaran meluasnya penolakan GoJek di banyak wilayah. Menurut Ahok, masyarakat memang membutuhkan jenis angkutan itu sementara tak ada jaminan undang- 19 Indonesia Report 2015 undang yang memasukkan sepeda motor sebagai daftar transportasi umum. Kemudian, landasan kebijakan yang juga penting untuk dicermati adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, maka telah banyak program kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan peningkatan pelayanan moda transportasi publik sesuai standar pelayanan minimal. Perbaikan angkutan umum telah dilakukan khususnya dibeberapa kota besar di Indonesia. Saat ini pemerintah sedang berupaya untuk mengubah pengelolaan angkutan umum yang selama ini dikelola oleh individu (sebagai contoh adalah Metromini di Jakarta), menjadi angkutan umum yang dikelola melalui badan usaha berbadan hukum, akan tetapi hal tersebut perlu koordinasi banyak pihak dan masih perlu proses yang panjang.
2.2. Ekonomi
2.2.1 Pengertian Ekonomi
A. Pengertian Ekonomi Menurut Adam Smith
Adam Smith menyatakan bahwa pengertian ekonomi adalah suatu penyeldikan tentang kondisi dan sebab adanya atau hadirnya kekayaan negara.
B. Pengertian Ekonomi Menurut John Stuart Mill
Pengertian ilmu ekonomi adalah ilmu praktis yang mempelajari tentang pengeluaran dan penagihan.
C. Menurut Abraham Maslow
Pengertian Ekonomi adalah suatu bidang keilmuan yang akan menyelesaikan permasalahan kehidupan manusia melalui penggemblengan seluruh sumber ekonomi yang ada berdasarkan pada prinsip dan teori dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien.
D. Menurut Paul A. Samvnuelson
Pengertian Ekonomi adalah ragam cara yang digunakan oleh seorang atau sekumpulan manusia dalam memanfaatkan sumber-sumber terbatas untuk mendapatkan berbagai macam produk dan komoditi serta mendistribusikannya agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat banyak.
2.2.2 Faktor Masyarakat berekonomi rendah
Menurut Alkostar (Mahasin, 1991), faktor eksternal penyebab terjadinya gelandangan (kaum miskin) adalah:
A. Faktor ekonomi
Maksudnya adalah kurangnya lapangan kerja, rendahnya pendapatan per kapita, dan tidak tercukupinya kebutuhan hidup, dan banyaknya pengangguran.
B. Faktor Geografi
Daerah asal yang minus dan tandus sehingga tidak memungkinkan mengelola tanah di daerah tersebut dengan baik.
C. Faktor Sosial
Arus urbanisasi yang semakin meningkat dan kurangnya partisipasi masyarakat yang bersifat tertutup dalam usaha kesejahteraan sosialnya dapat menyebabkan persaingan yang sangat ketat dalam kehidupan.
D. Faktor Pendidikan
Rendahnya tingkat pendidikan baik formal maupun informal akan mengakibatkan kemerosotan tingkat ekonomi yang tinggi, sebab lowongan pekerjaan akan membutuhkan orang berpindidikan lebih untuk bekerja dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah.
E. Faktor Kultural
pasrah kepada nasib dan adat istiadat yang merupakan salah satu penyebab masyarakat tidak berkembang, mereka yang hanya mengandalkan nasib dan tradisi akan dimakan oleh waktu di masa depan dan mengakibatkan masyarakan sulit untuk mendapatkan strata ekonomi yang tinggi.
F. Faktor lingkungan keluarga dan sosialisasi.
Sama halnya seperti faktor kultural, faktor yang diberikan oleh keluarga dan sosial sekitar dampaknya akan lebih banyak, contohnya adalah warisan larangan untuk melakukan sesuatu sehingga masyarakat tersebut enggan untuk melakukan kemajuan dalam hidupnya.
G. Faktor kurangnya dasar-dasar ajaran agama
Kurangnya pemahaman akan pengetahuan agama akan mengurangi seseorang untuk berkembang, menyebabkan tipisnya iman membuat mereka tidak mau berusaha dan pasrah dengan keadaan nasib yang ada.
2.2.3 Fungsi Ekonomi Untuk Masyarakat
Fungsi sistem ekonomi secara umum adalah:
- Sebagai penyedia dorongan untuk berproduksi.
- Berfungsi dalam mengoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
- Sebagai pengatur dalam pembagian hasil produksi di seluruh anggota masyarakat agar dapat terlaksana seperti yang diharapkan
- Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian
Dalam penelitian sosiologi biasanya digunakan digunakan tiga bentuk metode penelitian, yaitu deskriptif, komperatif dan eksperimental. Dalam penelitian ini akan digunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode pengumpulan data berupa kata-kata, gambar-gambar, dan bukan angka-angka. Semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. Oleh karena itu, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Tujuannya untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, dan hubungan antar fenomena yang di selidiki.
Metode deskriptif dipilih karena metode ini dirasa paling efektif untuk penyusunan laporan penelitian ini.Masyarakat yang diwawancarai menjelaskan kejadian-kejadian mulai dari awal pendaftaran sebelum mengikuti moda transportasi online ini sampai sekarang. Penjelasan tersebut berupa cerita-cerita masyarakat yang dialami asal mulanya mengapa mengikuti moda transportasi online sampai menglami perubahan sosial dan strata ekonomi.
Untuk mendapatkan penjelasan dari masyarakat yang ingin kita mintai keterangan, saya harus mendatangi secara langsung tempat yang menjadi tujuan penelitian. Setelah itu saya dapat mengamati secara langsung keadaan kondisi masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang beragam. Memang sudah banyak sekali perubahan status masyarakat sehingga menarik saya untuk lebih dalam meneliti kondisi keadaannya secara langsung.
Oleh karena itu, penelitian ini bersifat deskriptif karena memang data ini diperoleh dari cerita-cerita masyarakat. Kemudian disusun dan melalui proses editing agar benar-benar murni dan dapat disusun menjadi laporan penelitian.
3.2. Sumber dan Jenis Data
3.2.1 Sumber Data
Dalam Penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder
.
a. Sumber Data Primer
Data primer ini bersumber pada responden-responden yang ada di lapangan. Sumber data primer ini diambil dari pihak-pihak yang terkait seperti Perusahaan transportasi online, pemerintah daerah, pengemudi transportasi online, maupun pelanggan transportasi online. Penelitian dialkukan dengan cara sampling purposive yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel dipilih karena dapat memudahkan peneliti untuk mendapatkan jawaban peneliti. Tidak semua orang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti. Untuk tu, penulis mengambil sampel secara acak yang dianggap dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peneliti.
b. Sumber Data Sekunder
Data sekunder bersumber pada berbagai macam referensi, dokumen dan gambar. Hasil penelitian serta surat-surat keputusan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Penyusunan laporan penelitian tidak akan berjalan secara lancar jika tidak didukung oleh referensi dan dokumen-dokumen yang bersangkutan.
3.2.2. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ada 2 macam yaitu kualitatif dan kuantitati, yaitu:
Data Kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melaluji berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan ( transkip ). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman vidio.
Data Kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan. Sesuai dengan bentuknya, data kuanttatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika. Berdasarkan proses atau cara untuk mendapatkannya, data kuantitatif ndapat dikelompokan dalam dua bentuk yaitu data diskrit dan data kontinum.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Observasi dianggap sebagai dasar semua ilmu pengetahuan, observasi merupakan penyelidikan yang mendalam tentang gejala sosial yang dilakukan secara sistematis. Observasi adalah pekerjaan mengamati, melihat, dipegang dan dirasa.
b. Wawancara
Wawancara adalah interaksi antara dua orang. Yang satu disebut pewawancara dan yang lain disebut yang diwawancarai. Wawancara merupakan salah satu teknik penelitian yang memungkinkan terjadinya diskusi antar pribadi.
c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cacatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang
d. Angket (Kuesioner)
Dalam penyusunan kuesioner ada beberapa bentuk yang digunakan oleh si peneliti, diantaranya pertanyaan tertutup, pertanyaan terbuka dan kombinasi terbuka tertutup.
3.4 Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam, observasi ( catatan lapangan ), dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa,menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting, dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
3.5 Tempat dan Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kecamatan Cinere kota Depok. Tempat ini dipilih karena dianggap cukup dekat dari lokasi peneliti. Selain itu, ada beberapa alasan tempat ini dijadikan objek penelitian, diantaranya:
1. Kota Depok mengalami kondisi ekonomi yang semakin naik dikarenakan strata sosial masyarakat yang terbantu perekonomiannya dengan adanya perusahaan transportasi online.
2. Masyarakat pendatang dari luar kota Depok mampu bersaing dengan keadaan penduduk sekitar.
3. Masyarakat menjadi lebih mengetahui lebih banyak dan dapat memanfaatkan teknologi sebagai mata pencaharian.
Jadwal Penelitian
Gambar 2
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M.K Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sandoro Jaya 1998
Badudu, J.S dan Sutan Mohammad, Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Integraphic, 1994
Depok, Pemerintah Kota. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Badan Pusat Statistik (BPS), Laju Ekonomi Kota Depok, Depok: Pemkot Depok, 2018
Indonesia, Top Brand . Data Statistik Transportasi Online Indonesia. Jakarta:TBI Jakarta, 2016
Jamaludin, Adon Nasrullah Metode Penelitian Sosial. Bandung: Fakult6as Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2018
Joesron, Tati Suhartanti & M. Fathorrazi, Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012
Kristo, Fino Yurio. Awal Mula Transportasi Online Menjamur di Indonesia Jakarta: Grafindo, 2015
Makariem, Nadiem Founder Go-Jek Siapapun Bisa Mencuri Ide Anda Tapi Tidak Ada Yang Mencuri Eksekusi Anda, Jakarta: Persada Husana, 2010
Modern, Eksistensi GRAB di Era. Koran Sindo Jawa Barat, 20 Mei 2018
Pujawan ,I Nyoman, Manajemen Rantai Pasokan. Yogyakarta: Guna Widya 2010 cet. II
Rusyidi, Suherman. Pengantar Teori Ekonomi, Jakarta:Rajagrafindo Persada, 2011
Salim, Peter dan Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia, Edisi 1 Jakarta: PT Yudistira, 1991
Soekanto, Soedjono Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1982
Sunaryo, Adit. Transportasi Masa Kini. Jakarta: Graha Husada, 2016
Suparlan P (ed.), Kemiskinan di perkotaan. Bacaan untuk antropologi perkotaan.
Jakarta: Siar Harapan, 1984
Susantono, Bambang Revolusi Trasnportasi. Jakarta: PT Graha Husada, 2007
Transportasi, Rencana Undang-Undang. Tempo.Jakarta, 12 Februari 2014
Uber, Sejarah Si Hitam. Kompas Jakarta 22 Maret 2018
Wirawan, I.B.Teori-Teori Sosial dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Kencana Prenadamedia Grup, 1990.

Comments
Post a Comment